Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar mengadakan Workshop Penelitian dengan tema “Upaya Peningkatan Kapasitas Penelitian Dosen untuk Mewujudkan Kualitas Akademik” dengan pembicara Dr. H. Ahmad Sulaeman, M.Pd. dan Dra Sri Sumartini, M.Pd. pada tanggal 2 Mei 2010. Acara dihadiri oleh Dosen-dosen dan mahasiswa dari program studi PGSD FKIP UHAMKA. Ketua panitia pelaksana, Drs, Engkus Kusnadi, M.Pd dalam sambutannya menyatakan bahwa pelaksanaan Workshop merupakan program yang dilaksanakan untuk menyamakan pandangan tentang pelaksanaan PTK di program PGSD dan terkait dengan adanya program Dana Insentif Akreditasi Better Educational through Reformed Management and Universal Teacher Up-grading (DIA BERMUTU) dari Kementrian Pendidikan Nasional Direktorat Ketenagaan,
Acara dibuka oleh Dekan FKIP Dr. Sukardi, M.Pd. yang pada kesempatan tersebut menyatakan bahwa penelitian penting dilakukan untuk mengembangkan wawasan dan mengembangkan profesionalitas dosen, guru, dan mahasiswa calon guru.
Ahmad Sulaeman, Pd.D. pada kesempatan tersebut memaparkan bagaimana proses penelitian dapat terlaksana. Beliau adalah Dosen dari Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor yang juga staf ahli khusus dari Bidang Penelitian Direktorat Pendidikan Tinggi Kemendiknas dan Anggota Pengurus Yayasan Bina Bangsa Sejahtera Bogor. Makalah yang dibawakan berjudul ‘Pemilihan Metode Penelitian : suatu Review”.
Pada kesempatan tersebut Sri Sumartini pada presentasinya yang dibawakan oleh Drs. Gunandar menyatakan bahwa Penelitian Tindakan Kelas mempunyai kelebihan dibanding dengan penelitian jenis lainnya karena guru masih tetap bertugas di kelas, masalah bermula dari gurus endiri, guru dapat berkonsultasi dengan ahli di bidangnya, hasilnya dapat dirasakan oleh guru maupun siswa secara langsung, dan penelitian dapat dilakukan pada setiap semester.
Sri juga menyatakan bahwa guru memiliki tugas dan tanggung jawab yang jelas dalam profesinya yaitu menyusun rencana pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, mengevaluasi hasil pembelajaran, melaksanakan remedial, dan membimbing siswa. Untuk meningkatkan kapasitas profesionalnya guru juga dituntut untuk selalu mengembangkan dirinya agar selalu memiliki profesionalitas sesuai dengan keburtuhan pembelajaran, hal tersebut dapat dicapai dengan menyusun karya ilmiah, menciptakan alat peraga, menciptakan karya seni sesuai mata pelajaran, menciptakan teknologi tepat guna, dan mengembangkan kurikulum. Sri juga menyatakan bahwa PTK berbeda dengan penelitian eksperimen karena Penelitian Eksperimen lebih menekankan kepada hasil penelitian sedangkan penelitian jenis PTK bertitik tumpu pada proses pelaksanaan kegiatan. Meskipun demikian, penelitian PTK yang dilaksanakan pada satu kelompok merupakan embrio bagi terlaksanannya PTK.
PTK bermula dari adanya ketidakpuasan dari guru dalam proses peningkatan mutu pembelajaran. penelitian Tindakan mempunyai target untuk memeroleh gambaran proses pelaksanaan pembelajaran. Akhir proses diketahui seacara terperinci dan peneliti merasa puas karena menghasilkan suatu proses peningkatan pembelajaran tertentu. PTK dilaksanakan melalui siklus-siklus yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Pada PTK peneliti memberi tindakan kepada subjek tindakan yang direncanakan secara cermat, mengaktifkan subjek tindakan, dan pelaksanaannya diamati melalui lembar pengamatan. Pengamatan pada PTK berfungsi sebagai metode pengumpulan data tentang proses dan hasil yang dapat ditambahlan dengan Angket.
Untuk dapat menemukan permasalahan PTK diperlukan alur berpikir yang menggali permasalahan dari realita persekolahan pada konteks kelas. Hal tersebut dilaksanakan dengan mengidentifikasi masalah-masalah (negatif), menganalisis masalah, menetapkan masalah, menganalisis penyebab masalah dan alternatif pemecahan masalah.




No comments yet... Be the first to leave a reply!